Tanggal dan Tahun Kelahiran Yesus

 

p2.gif

Natal berasal dari kata latin natus, natalis yang berarti “dilahirkan” adalah hari ketika kita memperingati kelahiran Yesus yang jatuh pada tanggal 25 Desember. Umat Kristiani mungkin tidak mempersoalkan apakah benar atau tidak Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember karena yang penting bagi mereka adalah kehadiran Yesus di dunia ini membawa keselamatan.


Para ahli (sejarahwan dan ahli Kitab Suci) mengalami kesulitan untuk menentukan secara tepat tanggal lahir Yesus. Salah satu alasan yang pokok adalah : pada masa itu belum ada kalender (penanggalan) seperti yang kita kenal sekarang. Kalender seperti yang kita kenal sekarang baru mulai digunakan di negeri-negeri Kristen pada tahun 1582. Kalender ini diperkenalkan oleh Paus Gregorius XIII, yang setelah mendengar saran para ahli astronomi saat itu, memperbaiki kalender Julian (diperkenalkan oleh Julius Caesar) yang sudah digunakan sejak tahun 46 S.M. tetapi sedikit mengandung kesalahan hitung. Kalender yang hamper sempurna ini disebut “Kalender Gregorian” karena perumus dan pemrakarsanya adalah Paus Gregorius XIII.

Karena tidak adanya kepastian, maka selama lebih kurang 300 tahun setelah Yesus wafat orang-orang merayakan kelahiran Yesus secara berbeda-beda terutama tanggal 6 Januari, 25 Maret dan 25 Desember.

Sejak abad ke 6 Masehi orang-orang Kristen mulai menghitung tahun dengan berpedoman pada tahun kelahiran Yesus. Taun kelahiran Yesus ditetapkan sebagai tahun 1 Masehi. Penghitungan ini diperkenalkan oleh seorang pemimpin biara di Roma yang bernama Dyonisius Exigurus. Segala peristiwa yang terjadi sebelum Yesus lahir dikatakan terjadi Before Christ (BC) yang artinya “sebelum kelahiran Yesus” atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah “sebelum masehi” (SM). Dan apapun yang terjadi sesudah Yesus lahir dikatakan terjadi di “tahun Raja kita” (Anmo Domini, disingkat A.D) yang di Indonesia disebut sebagai “tahun masehi (M)”.

Tetapi apakah benar Yesus lahir pada tahun 1 Masehi ? Penghitungan ahli-ahli modern dengan menggunakan Kalender Gregorian dan dibantu perhitungan oleh para ahli astronomi, menemukan bahwa Yesus lahir sebenarnya lahir antara tahun 8 S.M. dan tahun 4 S.M. Walaupun perhitungannya tidak tepat tetapi karena sudah sangat lama dan sangat meluas dipakai hingga saat ini.

Diatas dikemukakan bahwa tanggal kelahiran Yesus tidak diketahui secara pasti. Tetapi mengapa kemudian dipilih tanggal 25 Desember ? Inilah alasannya tahun 313 Kaisar Constantinus Agung, Kaisar Romawi I yang menjadi Katolik mempraktekan agama mereka di Kekaisaran Romawi. Kaisar ini bahkan menetapkan agama Katolik Roma sebagai agama resmi di Kekaisaran Romawi. Sebelum orang-orang Roma menjadi Katolik, mereka terbiasa merayakan kelahiran Dewa Matahari pada tanggal 25 Desember. Karena bagi orang Katolik Yesus adalah cahaya dunia, maka pada tahun 354 Uskup Liberius dari Roma memerintahkan agar Dewa Matahari diganti dengan Yesus, Sang Cahaya Dunia. Maka sejak tahun 354 M, teristimewa sejak akhir abad ke 4, kelahiran Yesus diperingati tanggal 25 Desember di negeri-negeri Kristen. Hari yang semula dipakai oleh orang-orang Romauntuk menyembah Dewa Matahari, kini dipakai untuk memuliakan Sang Cahaya Dunia, Yesus Kristus . Jadi secara halus pemimpin Gereja Katolik saat itu “menggiring” orang-orang untuk beralih dari percaya kepada dewa-dewa menjadi percaya kepada Yesus Kristus

 

Dikutip dari NATAL, Karya Panoratius Wishnubroto

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: